Evaluasi Program Penanggulangan Stunting di Desa Lamedai Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka
Keywords:
Desa Lamedai, Evaluasi Kebijakan, Posyandu, StuntingAbstract
Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik maupun perkembangan kognitif anak, dan Desa Lamedai, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka tercatat memiliki prevalensi stunting tertinggi di kecamatan tersebut, yaitu 27,86% dari 61 balita yang diukur, jauh di atas rata-rata kecamatan sebesar 9,29%. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Penanggulangan Stunting di Desa Lamedai menggunakan enam indikator evaluasi kebijakan William N. Dunn, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, dan ketepatan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan informan yang dipilih secara purposive, meliputi unsur Puskesmas, pemerintah desa, kader posyandu, dan masyarakat, serta teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, yang dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program telah berjalan cukup baik pada keenam indikator, ditandai dengan tersedianya tenaga dan sarana kesehatan yang memadai, alokasi Dana Desa yang terarah pada Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta penetapan Desa Lamedai sebagai lokus prioritas berdasarkan data prevalensi riil. Namun demikian, capaian belum sepenuhnya optimal karena hambatan yang muncul secara konsisten bersumber dari rendahnya kesadaran dan konsistensi partisipasi sebagian orang tua balita dalam kegiatan posyandu, bukan dari sisi penyediaan program oleh pemerintah desa dan Puskesmas. Penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi gizi serta perluasan intervensi di luar Pemberian Makanan Tambahan, seperti Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI, dan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), guna mengoptimalkan penurunan prevalensi stunting di masa mendatang.
