Peran Penyuluh Pertanian dalam Kinerja Kelompok Tani di Desa Wulonggere Kecamatan Polinggona
Kata Kunci:
Kinerja Kelompok Tani, Peran Penyuluh PertanianAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam kinerja kelompok tani di Desa Wulonggere, Kecamatan Polinggona, Kabupaten Kolaka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengacu pada teori Mardikanto (2013) yang mencakup empat indikator peran penyuluh sebagai fasilitator pemberdayaan masyarakat, yaitu edukasi, diseminasi, fasilitasi, dan konsultasi. Informan penelitian terdiri atas Kepala Desa, penyuluh pertanian lapangan, dan enam ketua kelompok tani yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian telah dilaksanakan melalui kegiatan edukasi, diseminasi, fasilitasi, dan konsultasi. Peran tersebut memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan petani, penyampaian informasi pertanian, pendampingan kelompok tani, serta penyelesaian berbagai permasalahan usaha tani. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena kegiatan penyuluhan belum berkelanjutan, partisipasi anggota kelompok tani masih rendah, penyebaran informasi belum merata, bantuan pertanian belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan kelompok tani, serta pendampingan masih terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan kinerja kelompok tani belum tercapai secara optimal.
